Penemuan Yang Memakan Banyak Korban

Umumnya sebuah penemuan akan bermanfaat bagi banyak orang, karena dari penemuan itulah manusia dapat terbantu aktivitasnya, tetapi apa jadinya jika penemuan tersebut malah bertolak belakang, bahkan sampai memakan banyak 'tumbal' manusia? Berikut ini beberapa penemuan yang banyak memakan korban manusia :

1. Bom Atom

Bom atom merupakan hasil dari reaksi nuklir yang mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Sebuah bom mampu memusnahkan sebuah kota. Negara yang pernah mencicipi kejatuhan bom atom adalah Jepang semasa perang Dunia II.Amerika Serikat menghadiahi Jepang 2 buah bom atom masing-masing dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki dengan korban sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Pada masa itu daya ledak bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki berdaya ledak 20 ribuan ton.

Bom atom sekarang berdaya ledak lebih dari 70 jutaan ton. Masa fissile material (uranium yang diperkaya atau plutonium) dirancang mencapai supercritical mass.Untuk membentuk reaksi berantai cukup dengan menabrakkan sebutir bahan sub-critical terhadap butiran lainnya, atau dengan memampatkan bulatan bahan sub-critical menggunakan bahan peledak kimia sehingga mencapai tingkat kepadatan beberapa kali lipat dari nilai semula.

2. TNT (Trinitrotoluene)

Trinitrotoluene (TNT, atau Trotyl) adalah senyawa yang sangat beracun, ditemukan pertama kali pada tahun 1863 oleh kimiawan jerman bernama Joseph Wilbrand dan mulai diproduksi pada skala industri tahun 1891 juga oleh Jerman, dan pada tahun 1901 diadopsi untuk kekuatan militer.

Selama Perang Dunia II TNT diproduksi secara luas.Bahaya TNT terhadap manusia adalah Menyebabkan iritasi dan noda kuning terang. Orang yang terkena TNT selama periode tertentu akan mengalami anemia dan kelainan fungsi hati. TNT juga diduga memiliki efek membuat mandul laki-laki dan juga bersifat karsinogen.Bagi lingkungan TNT yang mencemari  perairan biasa disebut “red water" yang sangat sulit dan mahal untuk menanganinya.

3. Guillotine

Guillotine adalah alat ekseskusi terkenal pada masa Revolusi Perancis. Nama Guillotine diambil dari nama Joseph Ignace Guillotin (1738 - 1814), orang yang pertama kali menyarankan alat ini sebagai alat eksekusi.
Pada 25 April 1792, Nicolas Jacques Pelletier adalah korban pertama guillotine. Secara total pada Revolusi Perancis puluhan ribu orang dieksekusi. Di Paris sendiri, diperkirakan 40.000 orang dibunuh dengan guillotine, antara lain Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette.

Guillotine dirancang agar eksekusi semanusiawi mungkin dengan meminimalkan rasa sakit. Terdakwa disuruh tidur tengkurap dengan leher ditaruh di antara dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau. Pada ketinggian 7 meter, pisau dijatuhkan oleh algojo dan kepala terdakwa jatuh di sebuah keranjang di depannya.

Pemenggalan kepala menggunakan guillotine hanya berlangsung beberapa detik saja. Eksekusi menggunakan guillotine kala itu menjadi tontonan umum, tetapi kemudian guillotine diletakkan di dalam penjara karena dianggap kejam.
Terdakwa terakhir yang dihukum mati menggunakan alat ini adalah Hamida Djandoubi. Ia dieksekusi di Marseille pada  10 September 1977.

4. Automatic Rifle

Diciptakan oleh Jenderal Manuel Mondragon pada tahun 1887. Beberapa turunannya adalah AK-47, M16A1, dan M-14. Khusus untuk AK-47, senjata ini adalah tipe yang paling banyak digunakan oleh para teroris.

5. Agent Orange

Agent Orange adalah nama yang diberikan untuk herbisida dan defolian yang dipakai oleh Militer Amerika Serikat dalam peperangan herbisida (herbicidal warfare) di Vietnam 1961 - 1971.Bila disemprotkan kepada tanaman-tanaman berdaun lebar maka dapat merangsang pertumbuhan yang cepat dan tidak terkendali dan akhirnya merontokkan daun-daunnya.
Jika terkena manusia, Agent Orange mengakibatkan risiko kanker dan cacat genetis.

6. Gas Sarin

Gas sarin ditemukan oleh kimiawan Jerman Dr Gerhard Schrader tahun 1938.Sarin diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal oleh PBB.Sarin dapat merusak sistem saraf, awalnya hanya menyebabkan pilek dan sesak di dada kemudian korban mengalami kesulitan bernapas, menjadi mual, hingga mulai meneteskan air liur.Korban kehilangan kendali diikuti oleh kejang kejang dan koma. Jika penangkal tidak diberikan dengan cepat maka si korban akan mati secara tragis.

0 komentar:

Poskan Komentar